_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmupengetahuanumum.com","urls":{"Home":"http://ilmupengetahuanumum.com","Category":"http://ilmupengetahuanumum.com/category/hewan-binatang/","Archive":"http://ilmupengetahuanumum.com/2017/09/","Post":"http://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-bhutan/","Page":"http://ilmupengetahuanumum.com/daftar-isi-ilmu-pengetahuan-umum/","Attachment":"http://ilmupengetahuanumum.com/10-negara-paling-bahagia-di-dunia/daftar-10-negara-paling-bahagia-di-dunia/","Nav_menu_item":"http://ilmupengetahuanumum.com/2943/","Custom_css":"http://ilmupengetahuanumum.com/mh_magazine/","Insertpostads":"http://ilmupengetahuanumum.com/insertpostads/nativeads1/"}}_ap_ufee

Jenis-jenis Plastik dan arti kode Daur Ulang Plastik

Jenis-jenis plastik dan arti kode daur ulang plastik

Jenis-jenis Plastik dan arti kode Daur Ulang Plastik – Pada zaman sekarang ini, Plastik merupakan salah satu bahan terpenting dalam pembuatan berbagai macam produk konsumen dan Industri. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, botol minuman, mainan anak-anak hingga peralatan industri, Plastik telah menjadi suatu bahan yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua plastik adalah sama, ada jenis plastik yang dapat digunakan sebagai kemasan atau wadah makanan dan minuman, tetapi ada juga plastik yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan hanya dapat digunakan pada peralatan industri tertentu.

Oleh karena itu, sebuah komunitas Industri Plastik yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang plastik di Amerika Serikat yaitu Society of Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 mengembangkan suatu sistem untuk mengklasifikasikan berbagai jenis plastik dan cara daur ulang plastik tersebut berdasarkan bahan mentah pembuatan plastik. Sistem Pengklasifikasian Jenis-jenis Plastik tersebut ini dikenal dengan nama Resin Identification Code atau RIC.

Society of Plastic Industry ini kemudian bekerjasama dengan ASTM Internasional agar Kode Identifikasi Resin ini digunakan sebagai Standar yang harus ditaati oleh semua produsen plastik di dunia. ASTM atau American Standard Testing and Material adalah sebuah organisasi Internasional yang melakukan standarisasi teknik untuk material, jasa, produk dan sistem. Kode Identifikasi Resin tersebut direvisi pada tahun 2013 menjadi ASTM D7611 – Standard Practice for Coding Plastic Manufactured.

Berdasarkan Kode Identifikasi Resin (Resin Identification Code) tersebut, Plastik diklasifikasikan menjadi 7 jenis tingkatan (grade), yaitu mulai dari kode simbol angka 1 hingga angka 7. Setiap kode simbol angka tingkatan tersebut dikelilingi oleh tiga anak panah yang berbentuk segitiga, dibawah segitiga tersebut terdapat singkatan nama jenis plastik. Kode-kode simbol tersebut biasanya dapat kita temukan di bagian bawah produk plastik.

Jenis-jenis Plastik dan Arti Kode Daur Ulang Plastik

Pada dasarnya, kita dapat mengetahui jenis-jenis plastik berdasarkan kode daur ulangnya. Berikut ini adalah arti Kode Daur Ulang Plastik yang secara resmi biasanya disebut dengan Resin Identification Code atau Kode Identifikasi Resin.

Kode Plastik : 1

Jenis Plastik : Polyethylene Terephthalate
Singkatan : PETE atau PET
Penggunaan : Botol-botol air minum dalam kemasan (AMDK), botol air minuman ringan.
Keterangan :
Plastik ini disarankan hanya digunakan sekali saja (sekali pakai) dan dapat berbahaya jika terkena air panas karena dapat meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik. Plastik Polyethylene Terephthalate berwarna transparan (bening) atau tembus pandang. Plastik jenis ini biasanya dapat didaur ulang menjadi perabot rumah tangga, karpet dan life jacket.

Kode Plastik : 2

Jenis Plastik : High-Density Polyethylene
Singkatan : HDPE
Penggunaan : Botol Deterjen, Botol Shampoo
Keterangan :
Plastik jenis ini lebih tahan panas dan berwarna putih susu, namun seiring dengan meningkatnya waktu penggunaan, plastik HDPE ini juga akan melepaskan senyawa berbahaya yaitu Antimoni Trioksida. Oleh karena itu, plastik jenis ini juga disarankan untuk hanya sekali pakai saja. Plastik High-Density Polyethylene biasanya di daur ulang menjadi tali, pipa dan mainan.

Kode Plastik : 3

Jenis Plastik : Polyvinyl Chloride
Singkatan : PVC atau V
Penggunaan : Pipa, Kusen Jendela, Botol Non-makanan, Mainan Anak-anak, Kursi Plastik, komponen otomotif.
Keterangan :
Plastik PVC termasuk jenis plastik yang sulit untuk di daur ulang.

Kode Plastik : 4

Jenis Plastik : Low-Density Polyethylene
Singkatan : LDPE
Penggunaan : Kantong plastik, tempat makanan, botol dispenser.
Keterangan :
Plastik LDPE ini tidak menimbulkan reaksi kimia jika menyentuh dengan obyek lain seperti makanan dan minuman. Oleh karena itu, Plastik jenis ini sering digunakan sebagai wadah untuk menampung makanan. Plastik Low-Density Polyethylene sulit untuk dihancurkan tetapi dapat di daur ulang menjadi perabot rumah tangga dan Tong sampah.

Kode Plastik : 5

Jenis Plastik : Polypropylene
Singkatan : PP
Penggunaan : Tutup botol, tempat makanan (piring, mangkuk dan ), Tupperware, botol-botol obat dan botol minuman bayi.
Keterangan :
Plastik Polypropylene merupakan jenis plastik yang dapat tahan panas dan cocok untuk dijadikan tempat makanan. Warna Plastik PP ini transparan dan agak mengkilap.

Kode Plastik : 6

Jenis Plastik : Polystyrene
Singkatan : PS
Penggunaan : Tempat Makanan Styrofoam sekali pakai, Cangkir Styrofoam sekali pakai.
Keterangan :
Polystyrene dikenal juga dengan nama Styrofoam dan mengandung bahan Styrine yang berbahaya bagi kesehatan manusia seperti gangguan otak dan gangguan reproduksi wanita serta gangguan saraf. Oleh karena itu, kita disarankan agar menghindari bahan plastik ini untuk penggunaan sebagai tempat makanan. Saat ini banyak negara yang telah melarang pemakaian Styrofoam sebagai tempat makanan. Bahan Polystyrene ini sulit di daur ulang sehingga hanya sedikit Pusat Daur Ulang yang menerimanya. Plastik Polystrene yang didaur ulang biasa digunakan sebagai insulasi dan penggaris.

Kode Plastik : 7

Jenis Plastik : Other (SAN (Styrene Acrylonitrile), ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), PC (Polycarbonate) dan Nylon.
Singkatan : O
Penggunaan : Peralatan rumah tangga, alat-alat elektronik, plastik kemasan, suku cadang otomotif.
Keterangan :
Pada umumnya, bahan-bahan plastik yang tidak termasuk dalam kategori 1 hingga 6 ataupun campuran dalam 2 jenis plastik atau lebih ini dimasukan kedalam kategori angka 7. Plastik jenis 7 ini (terutama Polycarbonate) mengandung zat berbahaya yaitu Bisphenol-A jika tercampur dengan makanan. Oleh karena itu, hindari Plastik jenis ini untuk menampung makanan. Plastik dengan simbol kode 7 ini tidak dikumpulkan karena sangat sulit untuk di daur ulang.

Dari penjelasan ketujuh jenis plastik diatas, bahan yang paling aman sebagai tempat makanan dan minuman adalah plastik yang berkategori 4 dan 5. Meskipun Plastik yang berkode simbol 1 juga sering digunakan sebagai tempat makanan dan minuman, namun perlu diperhatikan bahwa plastik dengan kode daur ulang 1 hanya dapat digunakan sekali saja (sekali pakai).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*