_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"ilmupengetahuanumum.com","urls":{"Home":"http://ilmupengetahuanumum.com","Category":"http://ilmupengetahuanumum.com/category/hewan-binatang/","Archive":"http://ilmupengetahuanumum.com/2017/04/","Post":"http://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-mesir-egypt/","Page":"http://ilmupengetahuanumum.com/daftar-isi-ilmu-pengetahuan-umum/","Attachment":"http://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-mesir-egypt/profil-negara-mesir-egypt-2/","Nav_menu_item":"http://ilmupengetahuanumum.com/2943/","Custom_css":"http://ilmupengetahuanumum.com/mh_magazine/"}}_ap_ufee

Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia

8 Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia

Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia – UNESCO (United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organizations) adalah sebuah badan khusus PBB yang bertugas untuk membina kerjasama Internasional di bidang Pendidikan, ilmu pengetahuan dan Kebudayaan. Salah satu program UNESCO adalah melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan kebudayaan manusia di dunia. Progam ini dikenal dengan nama UNESCO’s World Heritages  Sites atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Hingga Tahun 2015, terdapat 1031 situs yang ditentukan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang diantaranya 802 situs adalah situs Budaya, 197 situs Alam dan 32 situs gabungan keduanya.

Daftar 8 Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia

Di Indonesia, terdapat 8 tempat atau situs yang didaulat sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Kedelapan Situs tersebut digolongkan menjadi 2 kategori yaitu Situs Budaya dan Situs Alam. Berikut ini adalah daftar 8 Situs Warisan Dunia UNESCO di Dunia.

A. Situs Warisan Budaya

Terdapat 4 situs warisan dunia UNESCO di Indonesia yang dikategorikan sebagai Situs Warisan Budaya, keempat situs tersebut adalah Candi Borobudur, Lanskap Kultur Bali, Candi Prambanan dan Situs Arkeologi Manusia Purba Sangiran.

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah Candi Terbesar di Dunia yang dibangun sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi Borobudur yang merupakan Candi Buddha ini terletak di Kabupaten Magelang Jawa Tengah atau sekitar 40km dari Yogyakarta. Di dinding Candi bersejarah ini, terdapat 2.772 panel relief, 504 patung Buddha dan 72 Stupa. Di setiap Stupa terdapat patung Buddha yang duduk bersila. Ukuran Candi Borobudur adalah 123mX123m dengan ketinggian aslinya sekitar 42 meter.

Candi Borobudur masuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

2. Lanskap kultur Provinsi Bali

Lanskap kultur Provinsi Bali ini pada dasarnya adalah sistem perairan sawah atau Irigasi khas Bali yang menunjukan perwujudan filosofi Tri Hita Karana yaitu Filosofi yang menegaskan bahwa kebahagian, kemakmuran dan kedamaian hanya akan tercapai apabila Tuhan, Manusia dan alam hidup dalam Harmoni.

Lanskap Kultur Provinsi Bali ini dimasuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012.

3. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah Candi Hindu terbesar di Indonesia yang berada di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi yang dibangun pada abab ke-9 masehi ini dipersembahkan kepada Trimurti yaitu 3 Dewa Utama Hindu yang diantaranya adalah Brahma sebagai Dewa Pencipta, Wishnu sebagai Dewa Pemelihara dan Siwa sebagai Dewa Pemusnah. Candi Prambanan pada dasarnya merupakan sebuah kompleks candi yang memiliki 240 candi dengan Candi Tertingginya adalah Candi Siwa dengan ketinggian 47 meter.

Candi Prambanan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.

4. Situs Arkeologi Manusia Purba Sangiran

Sangiran merupakan sebuah situs arkeologi penting yang terletak di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di dekat lembah sungai Bengawan Solo. Di situs Arkeologi Sangiran inilah para Arkeolog menemukan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”), Homo Erectus dan Meganthropus palaeojavanicus. Pada tahun 1977, Pemerintah Indonesia menunjukan daerah Sangiran seluas 52km2 sebagai daerah Cagar Budaya dan membangun sebuah Museum dan Konservasi Laboratorium sederhana  pada tahun 1988.

Situs Arkeologi Sangiran ini didaftar ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996.

B. Situs Warisan Alamiah

4 Situs Warisan Dunia UNESCO yang dikategorikan sebagai Situs Warisan Alamiah diantaranya adalah Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera dan Taman Nasional Ujung Kulon.

1. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980 dengan tujuan untuk melindungi Komodo dan habitatnya. Taman Nasional Komodo ini meliputi 3 pulau yaitu pulau Komodo, pulau Rinca dan pulau Padar yang berada diantara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Total luas Taman Nasional Komodo sekitar 1.187km2 yang diantaranya 603km2 adalah wilayah darat dan 584km2  adalah Laut.

Taman Nasional Komodo ditentukan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

2.Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz merupakan Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayahnya 2,4 juta hektar. Taman Nasional Lorentz yang terletak di pulau Papua ini adalah satu-satunya Taman Nasional yang mempunyai fenomena gletser di kawasan tropis.

UNESCO mengukuhkan Taman Nasional Lorentz sebagai situs Warisan Dunia pada tahun 1999.

3. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera

Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera yang terletak di Pulau Sumatera terdiri dari 3 Taman Nasional yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan total luas wilayahnya sekitar 2,5 juta hektar. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera merupakan tempat pelestarian bagi beberapa spesis yang habitatnya di Hutan Hujan (Rainforest) Tropis di pulau Sumatera seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera dan Badak Sumatera.

Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera didaulat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2004.

4. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan hutan lindung dengan luas wilayahnya 122.956 hektar yang terletak di bagian paling barat pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Taman Nasional Ujung Kulon memiliki 3 jenis ekosistem yaitu ekosistem daratan, ekosistem perairan laut dan ekosistem pesisir pantai.

UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*